Jeda Untuk Merenung

Gambar diambil dari sini

Segalanya sedang berhenti pada ujung hening yang meletup-letup. Kau tahu, kita berdua seharusnya tidak terjebak dalam perenungan riuh yang panjang ini. Aku sakit, kamu sakit, kita sama-sama sakit. Tapi, aku hanya ingin jujur padamu, jujur pada diriku sendiri bahwa secara perlahan-lahan hatiku tidak lagi bergetar seperti dulu. Jujur bahwa saat kita bersama aku hanya bisa bersikap dingin.

Hari demi hari, aku semakin tak mampu menatap wajahmu. Entah sejak kapan hasratku susut dan aku sadar, kamu sungguh tidak layak diperlakukan seperti itu. Kamu tidak seharusnya kusakiti dengan diam panjang—yang aku sendiri bahkan tak tahu sampai kapan perasaan asing ini singgah—karena aku menyayangimu utuh sejak dulu. Kamu satu-satunya yang memahamiku karena kita sama. Namun, rupanya aku butuh kemeriahan yang berbeda. Dan ketika kusadari aku tak lagi ‘jatuh’, aku menjadi sedemikian terluka. Tak mampu kurangkum semuanya. Sekali lagi, mengingat kamu tidak layak diperlakukan seperti itu.

Aku ingin bertahan. Aku ingin bertahan karenamu, bukan karena diriku. Nyatanya tak semudah yang kubayangkan. Cinta mungkin butuh rekreasi layaknya kebosanan yang bergelayutan pada rutinitas.

Tapi, kebersamaan semu yang kupertahankan ternyata tidak mengobati apa pun. Lama-lama aku takut kegelisahan itu bertumpuk seperti bom waktu yang bisa meledak kapan saja. Aku tidak memaksamu untuk mengerti semua ini—bahwa cinta tidak lagi sama—karena aku pun sama denganmu. Kumohon lepaskan. Biar pundakmu lebih ringan dari sebelumnya.

Tak ada yang perlu kau takutkan. Ini hanya persoalan adaptasi dengan kehidupan baru. Kita hanya perlu keberanian dan penerimaan, bukan sangkalan-sangkalan yang hanya akan berbuah lelah tak bermuara. Kita perlu ruang untuk merenung. Kita perlu waktu untuk membaur dengan wacana-wacana yang terlewat dalam hubungan kita. Kita perlu jeda untuk kembali merindu, semoga.

Untuk: Marlinda Lilin.

Advertisements

17 thoughts on “Jeda Untuk Merenung

  1. siapa tuh lilin… sedih amat kayaknya perpisahan ini… semoga cepet dapat yang baru ya… salam selalu…

    anyway.. tulisannya bagus sekali…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s