Sofis

Sebuah taksi berhenti tepat di depan sebuah rumah yang diapit sebuah bistro dan persewaan sepeda. Dua orang perempuan turun dengan terhuyung-huyung. Yang satu membuka gerbang dengan tangan tremor, yang satu lagi membanting pintu taksi dengan sedikit kasar sembari bergumam tidak jelas lalu keduanya tertawa sambil berangkulan masuk rumah. Taksi pun berlalu menjemput penumpang yang lain. Sedang pintu rumah dibiarkan terbuka hingga suara berisik dari dalam menarik perhatian pria tengah baya yang sedang menggembala anjing. Pria itu sempat berhenti, menoleh ke arah pintu, lalu geleng-geleng kepala, dan melanjutkan perjalanannya.


“Oh, begitu susahnya berbahagia ala Kaum Sofis” Si Perempuan tremor menggapai-gapai botol saus tomat di rak dapur.
Perempuan jangkung yang masih mengenakan wig warna pirang menggapainya lebih dulu dan meletakkan botol saus tomat di meja makan. Setelah itu dia duduk di sisi meja makan, menyulut rokoknya, menuangkan saus tomat diatas kentang gorengnya yang masih panas, dan menyeruput kopinya.
“Karena kita tidak terlalu pandai dan tidak terlalu bodoh” ujarnya lalu tertawa.
“Masa’ sih?” Perempuan tremor mengambil sisa kentang goreng di wajan dengan tangan gemetaran lalu membawanya ke meja. Dia sama sekali tidak menuang saos tomat tapi memarut keju di atas kentangnya.
“Ya ampun, Nicholas sombong sekali semalam, dia pamer rekening dan dua istrinya yang rukun” Si Perempuan Jangkung melepas wig-nya. “bisnisnya menghasilkan milyaran dalam waktu beberapa bulan saja”
“Ah.. Ya, ya, ya.. Aku juga dengar, sayangnya aku sudah terlalu mabuk, jadi tidak bisa beradu mulut” Perempuan tremor tertawa, lalu ke berjalan menuju wastafel untuk mencuci wajahnya “lihat saja, sebentar lagi dia akan meniru jejak Tolstoy, bertanya pada dirinya sendiri mengapa dia melakukan itu semua, untuk apa semua itu menghabiskan semua waktunya, mengapa dan untuk apa, lalu dia akan bunuh diri karena depresi”
“Sayang sekali, dia gagal memperistri kita ya” Si Jangkung memberesi piring kotor di meja makan.
“Ah, mana sudi aku” teriak perempuan tremor dari wastafel.

Perempuan jangkung meninggalkan ruang makan sambil tertawa. Dia masuk kamarnya, menuju kamar mandi, menghidupkan kran, mandi, dan keluar dengan handuk membelit rambutnya yang panjang sepunggung.
“Hari ini aku pulang agak malam, harus home visit ke rumah klien baru. Asperger Syndrome” kata Si Jangkung. “jangan lupa beri makan ikan-ikanku”
“Tentu. Hari ini aku ke pasar, memberi makan ikan-ikanmu lalu ke pasar lagi. Menulis tentang pasar tidak mudah ternyata” ujar Si Perempuan Tremor.
“Ah, aku tahu kamu lebih ahli dari penulis-penulis yang bukunya di obral lima ribuan di toko buku” Si Jangkung meraih tas cangklongnya setelah mengikat rambut sekenanya, lalu berangkat ke pusat terapi anak-anak berkebutuhan khusus.

Dua bulan kemudian,
“..Nicholas Danujaya, ditemukan Minggu sore (15/12) dalam kondisi tergeletak dengan tubuh yang hancur di lapangan tenis apartemen. Dia diduga kuat baru saja bunuh diri dengan cara terjun dari lantai tujuh apartemen Bukit Merpati..” Si Jangkung membaca isi berita utama surat kabar pagi ini.

Si Tremor yang sedang mengetik di dekat jendela meninggalkan pekerjaannya. Dia merampas koran dari tangan Si Jangkung lalu dibacanya dengan seksama. Setelah itu keduanya berpandangan.
“Kamu indigo!” tuding Si Jangkung lalau tertawa.
Si Tremor kembali ke menekuni pekerjaannya. Dia kembali mengetik.

..Kami sedang duduk berdua di loteng, menyaksikan sore tanggal sambil menggenggam gelas kopi kami masing-masing. Ada sebuah kebahagiaan kecil yang patut kami rayakan. Sebuah kematian. Ya, pria yang pernah menghina kami itu akhirnya menjemput mautnya sendiri dengan gagah berani. Tamat..

Published.

Advertisements

7 thoughts on “Sofis

  1. kok tanggalipun 15/12, niku kan tanggap warsa kula dek. malah wonten kadadosan ngendat barang leh ning cerpenmu……..wkakakkaka

    “wkwkwkw.. mosok?”

  2. saestu dek, ….” cerita ini hanyalah fiktif belaka, apabila ada kesamaan kejadian, waktu, peristiwa, nama pelaku adalah kebetulan semata ”

    “nggih..”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s