Rumah


I met someone.
Online.

Sebut saja dia Kelinci. Saya tidak benar-benar mengenalnya dalam kehidupan nyata. Barangkali belum, karena suatu hari (barangkali) akan dan benar-benar mengenalnya. Itupun bila alam memberi saya kesempatan.

Saya ingat pertama kali kami terkoneksi, dia meninggalkan komentar pada puisi saya, “Sudah lama saya tidak melihat gaya majas seperti ini, jadi kangen sekali, dan sangat kreatif. Jadi tertarik banyak belajar di sini”. Setelah itu, entah bagaimana caranya kami bisa berkomunikasi lebih baik dari sebelumnya. Saya lupa. Tiba-tiba saja kami seperti teman yang sudah lama saling kenal. Tak ada hal serius memang. Hal yang benar-benar serius, maksud saya. Paling-paling yang kami bicarakan menyangkut apa yang sedang kami kerjakan saat itu. Sisanya, kami gunakan untuk membicarakan landak, kelinci, anjing, kucing, kura-kura, dan hewan lainnya alias percakapan-percakapan amat sangat tidak penting.

Dia seorang dokter, menginjak 26 tahun. Beragama Hindu. Dia menulis di blog dengan baik. Sangat produktif menulis. Menggunakan Bahasa Indonesia atau Bahasa Inggris dengan santun. Dan saya pikir, semua orang akan senang membaca tulisan-tulisannya. Termasuk saya.

Saya membaca tulisannya tiap pagi, saking banyaknya tulisan yang belum saya baca. Tapi, tak apa, bisa saya jadikan menu sarapan jiwa. Saya susuri semakin jauh tulisan-tulisannya. Saya temukan banyak momentum. Saya dihadapkan pada realitas-realitas masa lalu juga kekinian. Dan masuk dalam rumah imajiner yang dia bangun, ibarat menaiki mesin waktu. Kita akan dibawa kemana saja kita suka. Itulah kenapa saya suka berlama-lama membaca tulisan-tulisannya. Dia bertutur dengan lugas dan jujur. Dia mengakui apa saja yang dirasakannya. Dan saya pikir dia obat terbaik bagi dirinya sendiri.

Kemarin, pagi-pagi saya menangis. Saat itu kami sedang ngobrol via e-mail seperti biasanya. Saya mendadak memikirkan banyak hal. Saya takut. Ya, saya takut. Saya takut semua ini berhenti tiba-tiba. Seperti hari-hari kemarin. Seperti orang-orang kemarin. Seperti mereka yang mengaku sahabat, teman, saudara, juga kekasih. Saya takut, dia tak lagi menyapa saya sebelum saya bangun pagi. Saya takut kami tidak bisa bercanda lagi seperti biasanya.

Dan ditengah-tengah ketakutan saya yang tidak dia ketahui itu, tiba-tiba dia bertanya pada saya “Are you really okay?”. Ya, saya benar-benar sedang tidak cukup baik. Saya sedang berlinang air mata. Saya ketakutan. Dan dia satu-satunya orang yang tahu sebelum saya mengatakannya. Tapi, saya tidak menjawab. Sampai akhirnya saya mengatakan yang sebenarnya meski tidak dengan alasan yang jelas. Seharian setelah itu, sepanjang hari, kami ngobrol lewat e-mail, sampai saya tertidur. Dan sampai saya menulis ini. Dia masih menyapa saya sebelum saya bangun pagi. Kami masih bercanda. Dia menelpon saya. Dan semuanya baik-baik saja.

Dia.. seperti rumah untuk jiwa.

Advertisements

9 thoughts on “Rumah

  1. Rasanya itu trewelu deh, bukan kelinci 😀 #ngasal.

    Ada dulu seorang yang sangat dekat denganku, dia suka mengutip Amsal 17:17 (jika tidak salah), dan dia selalu bilang benci padaku, ha ha…, kepalaku sampai mumet dibuatnya :D.

    “haha.. ya ya ya.. sapa sapa tuhhhhh??? wkwkwkw… trewelu panggilannya lulu 😀 “

  2. yuhuuuu….i know him…. :)) (weh kelincinya ‘him’ or ‘her’ sih)…wawawa….;)

    “hahaha haduh.. siapa? siapa? siapa??? 😀 kelincinya him ato her ya.. wkwkwkw”

  3. @cahya: seorang sahabat menaruh kasih setiap waktu dan menjadi saudara dalam kesukaran (amsal 17:17)
    @prima: aku tau siapa dia… ^^

    “oh ya? oh ya? oh ya? wkwkwk siapa? siapa? siapa? 😀 “

  4. rasanya aku tawu….yah rasanya, dan rasanya tebakanku benar adanya. #soktahu.
    hey kamu, kapan kita ngobrol gila2an membabibuta tengah malam lagi ?

    “hahaha aw aw aw.. kurasa km benar2 tawuuuu.. oh kapan yaaa… nanti malam? hihihihi”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s