Di.

Di..
Rindu itu seperti alang-alang
Tumbuh sana-sini tanpa henti
Kalau saja kau tahu, hatiku rimbun kini
Hingga ingin kupangkas tak bersisa
Biar kau tak tahu
Aku jatuh cinta dan patah hati seorang diri

Di..
Aku merindumu dalam beku
Tak punya kata-kata, apalagi makna
Yang tersisa hanya kumpulan sketsa
Tentangmu, tentangku, tentang kita

Di..
Ingin kurangkum engkau dalam puisi
Mengabadikannya dalam jutaan diksi
Sampai semua pria iri padamu
Tapi, aku tak mampu

Di..
Aku amat rindu, sampai tubuhku biru
Apakah kau tahu?

Semarang, 19 Mei 2010.
Untuk: Kala.

Advertisements

4 thoughts on “Di.

  1. Rindu itu seperti racun yang bisa membunuh perlahan-lahan.
    Rindu itu seperti bakteri yang bisa membuat punggung jerawatan.
    Rindu itu seperti nikotin yang membuat ketagihan
    Ketagihan sampai membuatmu mati…
    Lagi…!

    “rindu oh rindu.. kau siksa batinku xixixi”

  2. jeng. . .
    aq uda ijin blum sii mw nge-link. . .
    hehehe.
    klo blum,
    aq nge-link yak. . .

    “silahkan jeng.. makasii ya šŸ˜€ “

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s