Prosesi Jatuh Cinta

*backsound: Quando, quando, quando – Michael Buble feat Nelly Furtado*

Tell me when will you be mine
Tell me quando quando quando
We can share a love divine
Please don’t make me wait again
When will you say yes to me
Tell me quando quando quando
You mean happiness to me
Oh my love please tell me when

Kalau bisa berdua, kenapa harus jatuh cinta seorang diri? Kenapa harus merasa tersesat saat dia tak ada? Kenapa merasa rindu tapi bertahan untuk tidak mengatakannya? Dan kenapa saat-saat seperti ini kamu nikmati seperti sedang menikmati secangkir cappuccino panas? Kamu teguk sedikit demi sedikit, menikmati sisa manisnya di sudut bibir, dan ketakutan akan cepat habis.

Bila bertemu dengannya, kamu kehilangan seluruh kata yang sudah kamu rangkai beberapa hari sebelumnya. Padahal kamu sudah menjalani pertapaan yang begitu lama dan khusyuk di kamarmu untuk merangkum isi hatimu. Berharap tak ada sisa. Namun kenyataannya kamu hanya bisa terdiam dan berharap dia merasakan apa yang kamu rasakan secara otomatis agar kamu tak perlu repot-repot konfirmasi tentang seberapa berat jantungmu bekerja untuk pertemuan sepele ini. Ya, pertemuan berdurasi 2 jam yang telah lama kamu nanti-nanti itu dan hanya berbuah rasa rindu tak bertuan di kemudian hari. Ujung-ujungnya kamu terperangkap dalam ruang tunggu tak berpenghuni.

Aku tahu kamu sedang menjalani prosesi jatuh cinta yang sama rumitnya dengan prosesi pernikahan. Hari-harimu tak jauh beda dengan perayaan meriah—perayaan atas lahirnya perasaan yang agung—hingga yang kamu lihat hanya cahaya warna-warni berpendar satu per satu. Inilah bagian yang aku suka—melihat orang jatuh cinta karena energi positifnya menginfeksi lingkungan sekitar hingga mewabah.

Aku juga sedang jatuh cinta. Sama sepertimu. Jatuh cinta seorang diri. Kesepian tapi bahagia. Dua perasaan yang begitu kontras seperti kue dua warna yang disatukan selai stroberi. Kadang-kadang aku ingin mengusir perasaan ini secara permanen. Berharap bisa melakukannya dalam beberapa langkah seperti menghapus file dari komputer. Tapi rupanya tidak mudah. Jatuh cinta membuatku gila. Hati kecilku mengatakan bahwa lebih baik aku didera perasaan yang menyiksa ini ketimbang melenyapkanmu dari peredaran hatiku.

Apa enaknya jatuh cinta sendiri? Tanyamu.
Entahlah. Jawabku.
Apa kamu bahagia? Tanyamu lagi.
Iya. Sangat. Ujarku penuh semangat.
Bagaimana seandainya perasaanmu bertepuk sebelah tangan? Tanyamu ragu-ragu.
Aku sedih. Jujur aku sedih. Aku pasti akan patah hati. Lagi-lagi seorang diri. Kataku.

Pati, 08 Mei 2010
wer ar yu, la?

Advertisements

3 thoughts on “Prosesi Jatuh Cinta

  1. katanya, mencintai itu membuat kita berani. bener kali ya.. mengambil resiko patah hati, asal sangat bahagia saat mencintai. waw!

    “haha iya, cha.. mungkin.. “

  2. Ceritanya selalu manis, sukaaaa :D.
    Btw mba nulisnya di pati ato memang orang pati?
    Salam kenal ya mbaaaa 🙂

    “hehe salam kenal balik.. kebetulan pas nulis di Pati.. 😀 “

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s