Hari Ini Kita Berkenalan

Malam itu, di bawah sinar lampu kota yang temaram dan kabur oleh rintik hujan saya dan kamu bertemu. Pertemuan dua orang asing yang benar-benar asing. Diawali dengan senyuman dan diakhiri dengan lambaian tangan.

‘sebaiknya kita masuk kesana’ katamu. Bibirmu yang indah itu pucat dan hampir beku.
‘ya,’ kata saya.
Kita berlari-lari kecil menyebrangi jalanan yang sesak kendaraan, kemudian masuk coffee shop yang diapit toko buku dan butik sepatu yang sedang menawarkan diskon besar-besaran. Kamu berjalan didepan saya, memilih meja paling pojok dekat kaca yang membuat kita tampak seperti ikan dalam akuarium.
‘tunggu! Biar aku menebak apa yang hendak kamu pesan’ katamu.
Saya tertawa renyah dengan mata menyipit tak percaya. Ah, tak mungkin kamu tahu apa yang saya pikirkan, batin saya dalam hati.

‘teh cammomile’ katanya dan seketika membuat saya ternganga.
Lalu kamu tertawa kecil, tampak bangga karena kamu berhasil membuat saya terheran-heran.
‘dari mana kamu tahu?’ tanyaku.
‘matamu yang berkata’ katanya.

Akhirnya saya memesan apa yang telah kamu tebak, sedang kamu memesan segelas Kopi Aceh tanpa gula. Sembari menunggu pesanan, saya keluarkan sekotak coklat yang tadi sore saya beli di toko roti dekat kantor. Sebenarnya kotak coklat itu hendak saya berikan pada seorang teman, namun urung. Saya sedang ingin menikmati sekotak coklat ini bersama kamu.

‘kenapa malam ini kita berdua duduk di satu melingkari meja yang sama?’ tanyamu sambil mengambil sebutir coklat sebesar tai kambing.
‘karena aku mau, dan kamu juga mau’ kata saya.
‘lalu apakah hari ini kita akan berkenalan?’ kamu bertanya lagi.
‘kurasa tidak’ kata saya mantap.
Kamu sepertinya setuju dengan pendapat saya yang terdengar sedikit ganjil.  Tapi sungguh saya tidak ingin mengenalmu lebih jauh. Barangkali karena saya tahu apa yang akan terjadi berikutnya. Sayup-sayup suara Corrine Bailey Rae menyusup. Kamu dan saya sama-sama memandang keluar. Hujan masih merintik lembut dan saya yakin akan lama.

Beberapa tahun kemudian,
Malam ini, kali kedua saya masuk coffee shop ini. Saya duduk berdua dengan tas ransel saya yang berisi properti pribadi. Sejam yang lalu saya baru saja turun dari pesawat. Empat tahun ini saya mengelilingi sebagian dunia. Empat tahun ini saya tambatkan keasingan pada tiap tempat yang saya pijak. Namun kota ini selalu menarik-narik saya untuk pulang. Kota yang pernah menjadi tempat asing untuk saya. Kota yang pernah saya hakimi karena ketidakadilannya.

Waitres menghampiri, saya memesan teh cammomile tanpa membaca menu.

‘anda dapat surat dari orang itu’ waitres itu menyodori saya amplop sambil menunjuk sosok yang duduk di seberang meja.
Saya tak dapat melihat dengan jelas siapa sosok yang ditunjuk waitres itu karena lampu coffee shop ini begitu redup. Akhirnya saya buka amplop itu. Secarik kertas kecil berisi deretan kata itu berbunyi:

APAKAH HARI INI KITA AKAN BERKENALAN?

Saya tersenyum lebar.  Diluar tiba-tiba hujan turun rintik-rintik.

Silahkan dilanjutkan sendiri bila ingin mencari ending hehehe..
Untuk: seorang teman yang sedang galau hatinya.. Semoga cerita ini menghibur.. everybody loves you..

Advertisements

3 thoughts on “Hari Ini Kita Berkenalan

  1. pertamax………………
    jeng..akhirnya ada postingan lagi. hehehe
    dilanjutkan ? mencari ending ? dalam hati saja ah 😛

    “hahaha iya, dalam hati aja.. stttt.. :D”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s