Samudera

Saya merindukan Samudera, pria yang pernah jadi bagian paling penting dalam hidup saya dulu. Lalu apa? Lalu pergi. Saya hanya berdiri di gang kecil itu, menanti-nanti dia lewat. Saya takhlukkan milyaran jarak hanya untuk berdiri di gang itu, menantinya lewat. Dia tidak pernah tahu. Kalaupun tahu dia  tidak peduli.

Sekali lagi, saya merindukan Samudera, pria yang membuat saya tidak percaya lagi pada dunia yang fana ini. Dialah pria terakhir yang pernah membuat saya percaya pada fana.

Semarang, 20 Januari 2009

Advertisements

One thought on “Samudera

  1. Pasti akan ada Samudera lain yang lebih besar cintanya, lebih wana-warni gelombangnya. Atau mungkin bukan Samudera namun danau kecil yang menenangkan hati. Hanya perlu membuka hati lagi…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s