Terimakasih Masalaluh

Sesungguhnya hari ini hanya akan jadi masa lalu nantinya. Apapun rasanya hari ini—pahit atau manis—suatu hari kita akan berterima kasih pada hari ini ketika hari ini telah menjadi masa lalu. Semua peristiwa yang terjadi tidak begitu saja terjadi tanpa alasan. Saya percaya semua ini sudah ditulis jauh sebelum kita ada. Kita hanya tinggal menunggu waktu menepati janji. Meski begitu bukan berarti kita berdiam diri dan menunggu waktu menepati janji. Bukan begitu maksud saya. Waktu memberi kita ruang gerak yang begitu bebas untuk menentukan kehidupan macam apa yang kita inginkan. Ya, tentu saja tak lepas dari bagaimana kita berpikir. Berkali-kali saya tekankan dalam tulisan-tulisan saya bahwa tubuh kita begitu hebat karena tanpa tubuh, jiwa tak pernah berfungsi.

Disini saya berdiri. Tak pernah terbayangkan saya menjadi saya yang sekarang. Saya seperti sedang bermetamorfosa. Dan dalam tulisan ini, saya ingin berterima kasih pada masa lalu yang telah menjadi jembatan kokoh dimana saya telah dihantar pada hari ini. Ya, saya meraih hari ini bukan tanpa usaha sedikitpun. Saya harus jatuh bangun dipermainkan perasaan. Saya harus bertarung dengan banyak hal. Saya tahu, tidak mudah menjadi saya atau anda.

Hari itu, saya kira tak akan pernah jadi masa lalu. Hari itu, saya kira akan tetap sama. Namun, segalanya memang berubah dan untuk apa kita takut pada suatu hal yang sebenarnya tidak harus kita takutkan. Berubah. Tiap detik semua akan berubah. Tidak ada yang sama bagi saya kecuali keyakinan saya pada Dzat yang tak terjangkau oleh pikiran itu. Memaknai hari ini yang akhirnya akan jadi masa lalu memang tidak mudah. Terlalu banyak hal yang akan kita sebut klise, tapi ternyata memang klise. Ya, berubah. Itu suatu hal yang klise. Dan tidak ada hal lain yang mampu menandingi klise.

Hari ini adalah buah perjuangan kita memaknai masa lalu. Tentu saja dari sudut pandangmu sendiri. Sudut pandang itu sendiri buat saya adalah keberanian kita melihat sebuah kenyataan. Ya, sepertinya rumit dan sulit dipahami, tapi saya tahu ini hal paling klise dalam kehidupan.

Sakit dan sedih, adalah bagian yang bukan jadi favorit untuk sebagian kebanyakan orang. Bahkan beberapa teman saya selalu menginginkan saya tidak menulis tentang hal-hal yang mengandung ‘kesakitan’ dan ‘kesedihan’. Sedang buat saya pribadi, sakit dan sedih adalah bibit yang saya tanam untuk menghargai kebahagiaan. Saya termasuk dalam sedikit orang yang menikmati sakit. Bukan nikmat sebagai kepuasan, namun upaya membangun sebuah sudut pandang. Sakit mengajari bagaimana kita bertahan dan berjuang untuk kembali sehat. Sakit akan menguatkan kita sesungguhnya. Dan sakit membuat kita berterima kasih pada masa lalu atas kemenangan hari ini.

Kita semua layak atas apa yang baik. Bahagia bukan hanya milikmu, milik mereka, tapi juga milik saya. Tidak ada seorangpun yang hidup dimasa lalu bila dia ada di hari ini. Kalaupun ada yang bilang begitu, itu hanya permainan sebuah sudut pandang. Hidup selalu berubah, jadi untuk apa kita kuatir?

Semarang, 04 Januari 2009
Terima kasih untuk masa lalu yang sakit.

Advertisements

2 thoughts on “Terimakasih Masalaluh

  1. Masa lalu selalu ada di masa kini bahkan jadi peta untuk masa depan kita.
    Rasa sukur atas masa lalu yang sakit dapat mengobati kita di masa sekarang dan menyongsong masa depan yang lebih bahagia.
    Namun tak mudah untuk melupakan dan menerimanya begitu saja.
    Terima Kasih kata yang sulit untuk diucapkan atas sakit hati.
    Orang tidak serta-merta mengatakan terima kasih kamu sudah melempar tahi padaku. Harum sekali baunya, itu membuatku sadar bahwa ada yang lebih bau dari bau badanku. Mungkinkah itu ???????????

  2. salam kenal,
    aku suka sekali smua tulisannya, suka, sebaiknya memang tidak hanya dibaca 1x, walaupun sekilas baca, aku sudah suka, thx.

    “salam kenal jeng.. 0_o”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s