Aku Bukan ORANG KETIGA

Aku bukan ORANG KETIGA.
Kami hanya saling menemukan satu sama lain. Alam telah mengaturnya sebagaimana semua cerita di dunia ini sesungguhnya telah tertulis lengkap disertai alasan atas terjadinya. Tidak ada istilah ‘orang ketiga’ antara dia dan perempuan itu sebagaimana dituduhkan padaku. Tidak ada. Sungguh tidak ada. Kalaupun istilah itu terlontar sesungguhnya semata-mata merupakan ungkapan ‘ketidakberdayaan’ yang terpendam, kemudian bertransformasi menjadi ‘label buruk’ yang mengekor pada diriku. Perempuan yang nantinya akan dipanggil ‘jalang’ oleh semua orang ketika istilah ‘orang ketiga’ mulai digemakan.

Kami saling tergila-gila. Ya, aku lebih suka menggunakan istilah ini untuk mengawalinya karena kami begitu impulsif dalam segala hal. Ibarat terbukanya saluran air yang lama tersumbat. Luber begitu saja. Tidak terkendali. Seperti aliran air yang selalu mencari muara. Melebur. Menyatu. Lalu jadilah kami dua sisi puzzle yang saling menemukan. Kalian lihat bagaimana puzzle akan menyatukan bagian-bagian yang berkesimanbungan. Bagian-bagian yang sama. Itulah kami.

Lalu ketika istilah ‘orang ketiga’ muncul, aku akan bertanya ‘Nona, dimana kamu selama ini? Bagaimana bisa makhluk indah yang sama-sama kita puja ini menemukan aku?’. Aku akan menguraikannya dengan dinamika yang cukup mudah untuk dipahami. Pertama-tama akan kubeberakan sebuah fakta bahwa kebutuhannya akan keintiman tidak pernah terpenuhi. Keintiman disini lebih luas dari sekedar kuantitas pertemuan dan percakapan yang akrab. Ada seninya. Ada kualitasnya. Kuantitas nyatanya hanya akan menjadi sebuah rutinitas dan rasa bergantung yang abadi. Kuantitas disini aku mengibaratkan sebagai kegiatan membangun sebuah bom waktu yang dapat meledak sewaktu-waktu. Tidak. Bukan itu yang terjadi diantara kami. Sekali lagi, kami saling jatuh cinta secara manusiawi. Saling memberi kekuatan. Itu yang tidak dimiliki hubungan kalian. Kelemahan paling mendasar dalam membangun pondasi.

Mari kita tarik logika, bagaimana bisa makhluk indah yang sama-sama kita puja itu mencari-cari keintiman di luar bila kamu mengaku telah menyediakannya seperti menyiapkan makan. Pagi, siang, sore. Atau jangan-jangan kamu asal memasak, asal memberinya makan, asal rutin namun tidak tahu apa yang ingin dia makan. Kamu tidak tahu apa yang dia butuhkan. Asupan gizi macam apa yang mampu mengembangkan jiwanya. Kamu sengaja merakit bom waktu, Nona. Kamu sengaja menghancurkan dirimu sendiri. Kamulah yang sengaja mempertemukan dia dengan aku yang nantinya akan kamu sebut ‘jalang’ ini.

Percuma mencari-cari kesalahan orang lain karena akan membuatmu semakin menderita. Membuatmu tampak tidak berdaya. Lakukanlah sesuatu dengan senjata yang kamu namai ‘3 tahun’ itu. Sekali lagi, aku yang akan disebut ‘jalang’ oleh banyak orang ini tak patut kamu cemburui karena cemburu itu sendiri menunjukkan ‘ketidakberdayaan’. Ketidakmampuanmu menjadi aku yang dengan jujur akan kamu akui lebih hebat.

Dan untuk kali ini janganlah kamu memohon kepadaku untuk meninggalkan dia. Aku tidak pernah datang, dan tidak akan pernah pergi. Aku telah ada dan tertulis jauh sebelum kita tahu kejadian ini akan terjadi. Sekali lagi, alam menggerakkan kami untuk saling mendekat. Kita hanya manusia yang penuh keterbatasan. Selamat berperang dengan dirimu sendiri, Nona. Semoga sukses.

Semarang, 10 Desember 2008
Menanti hujan mereda.

Advertisements

2 thoughts on “Aku Bukan ORANG KETIGA

  1. Renungan yang dalam.
    Mengingatkan saya, bahwa cinta itu perlu dipelihara.
    Jangan merasa aman dengan satu ikatan perjanjian.
    Harus terus dipelihara, dijaga, diberi kemesraan dan lain macamnya.

  2. Pingback: Aku Bukan ORANG KETIGA « Untaian Hati Sang Merpati

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s