Resmi Tergila-gila

CD itu kamu beri judul ‘boeat sayang’. Ada tiga folder disana; mp3, radiohead, vid. Untuk pertama kalinya (sejujurnya) saya dengarkan lagu-lagu itu meski ada beberapa lagu yang tak asing di telinga saya. Ah, ternyata lagu-lagu pilihanmu benar-benar memproyeksikan hal-hal yang saya sukai. Ironisnya, saya bahkan mendengarkan lagu-lagu yang kamu kirimkan setelah kita membeku dalam kesepian masing-masing. Tidak saling kenal dan selalu mencoba menghadirkan ‘sudahlah’.

Sejak pagi ini, nampaknya saya resmi TERGILA-GILA padamu lagi. Kamu lihat kan? Saya begitu egois karena rupanya saya hanya mencintai diri saya sendiri. Ribuan kali kamu proyeksikan diri saya dalam dirimu bahkan untuk hal-hal yang belum saya kenal. Bagaimana kamu bisa memastikan semua yang saya rasa? Bahkan untuk sesuatu yang amat sederhana. Sungguh ajaib. Saya merasa seperti baru saja mengenalmu kembali. Mengenal diri saya sendiri.

Perlahan-lahan lagu-lagumu menggema dalam kamar seluas 12 meter persegi ini. Kadang saya bersemangat, kadang mendayu-dayu seperti seorang pesakitan. Kamu benar-benar mengguncang saya di pagi yang cerah ini. Waktu seolah-olah memberi saya ruang untuk berdamai dengan diri sendiri dan dihadapan saya ada labirin yang harus saya kalahkan. Begitu sempurna drama hidup ini sampai kejutannya bisa membuatmu tertawa tertahan dengan pandangan entah pada sebuah sudut. Perpisahan ini tidak hanya menyisakan sesak. Kamu benar, saya akan baik-baik saja.

Saya tidak pernah menyangka bahwa kamu memahami saya sebaik ini, jauh dari dugaan saya. Bahkan barangkali kamulah yang amat menyayangi saya. Bukan saya. Kamu benar, saya egois. Saya tidak pernah bisa mengerti bagaimana lelahnya kamu memahami dirimu sendiri. Akhirnya saya tahu kenapa kamu hanya memesan batu dan ilalang untuk menu makan siang. Dan saya pun rela hanya memandangi mata pisau yang berkilat dan siap menerkam itu.

I’ve forgiven him for leaving, I’ve forgiven myself for staying, and I’ve forgiven life for creating this drama..

Semarang, 29 November 2008
Untukmu Wahai Cermin diriku; terima kasih telah memahamiku sebaik itu, I love you always.
Terima kasih untuk Radiohead, Sigur ros, Bloc party, Death cab for cutie, Sonic youth, Embrace, The used, Dashboard confessional, dan Mr Dany-Tomp..

Advertisements

2 thoughts on “Resmi Tergila-gila

  1. Forgiven is the hardest thing that keep me frozen. salam kenal yah. anyway, suka sigur ros ? gw kayanya bakal ngefans ama band islandik satu ini. baru aja dengerin lagunya. sumpah, enak buat ngelamun. hehehe

  2. arrrghhh…I’ve forgiven him for leaving, I’ve forgiven myself for staying, and I’ve forgiven life for creating this drama..kata-kata ini bikin saya gila

    “kata2 itu juga bikin saya gila jeng 🙂 “

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s