Batu dan ilalang

ilalang3

Saya mendekap lutut di depan laptop sambil menghabisi sisa rokok. Sebait puisi yang baru saja saya tulis akhirnya saya baca keras-keras. Ia yang sedang merenung di ujung balkon menoleh pada saya. Matanya menyipit, keningnya berkerut.
‘Untukmu!’ kata saya.
Tawanya tertahan dalam perut, kemudian terkikih, sampai akhirnya menggema. Ganti saya yang mengerutkan kening.
‘Kenapa sih?’ tanya saya.

Perlahan tawanya reda, ia mengatur nafas kemudian berjalan kearah saya. Pada radius satu meter, saya menginstruksikan untuk berhenti ditempat. Seketika tubuhnya goyah seperti kendaraan yang baru saja di rem mendadak. Saya tertawa.
‘Kembali kesana!’ kata saya.
‘Kan mo baca puisimu’ rajuknya.
‘Siapa yang suruh?’ tanya saya.
‘Mauku sendiri’ katanya.
‘Ini rumahku, jadi aku yang berkuasa’ kata saya sambil menahan tawa.
‘Tapi aku adalah cerminmu! Bagian dari rumah ini, jadi boleh dong?’ rajuknya.
Tak kuasa menahan, tawa saya meledak. Dan dalam sekejap dia sudah melingkarkan lengannya ke leher saya sambil membacai sebait puisi yang saya tulis untuknya.

hari ini, saat santap siang
kau memesan batu dan ilalang
aku hanya menatapi mata pisau itu
sambil menunggu

Ia membacanya berulang-ulang, dan seperti sebuah bandul yang dikendalikan oleh pikiran, perlahan-lahan bibir saya juga ikut bergerak. Kami baca puisi itu berulang-ulang sampai akhirnya kami sadar bahwa kami telah terangkum dalam puisi itu.

hari ini, saat santap siang
kau memesan batu dan ilalang
aku hanya menatapi mata pisau itu
sambil menunggu

‘Kenapa kamu memesan batu dan ilalang?’ bisiknya pasrah.
Saya tak punya jawaban

Semarang, 26 November 2008
Menunggu waktu.

Advertisements

2 thoughts on “Batu dan ilalang

  1. Tulisan ini benar2 mempengaruhiku.
    1. Aku terkesan dengan alur critanya.
    2. ada kemiripan dgn kisahku
    3. memberi inspirasi buat nulis
    4. kata2 yang sederhana namun tertata rapi dan indah
    5. anda seorang penulis yang hebat.
    6. aku kagum tulisan2 anda yang lain.
    7. Permintaanku :
    bolehkah aku menulis tulisanku dgn mengambil kata/kalimat pada tulisan anda yg menurutku indah, karena aku tidak memiliki pengetahuan ttg sastra. bolehkah itu?

    Jempol untuk anda, seharian kubaca blog anda ini… sukses ya…

    salam,

    Bent

    “terima kasi Bent.. sangat tersanjung mendapat pujian dari anda..”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s