Kantor Aquarium

Hampir seminggu ruangan anda senyap seperti mati. Tak ada tanda-tanda hadirnya tubuh disana. Apakah anda sedang pergi jauh? Barangkali iya, lalu saya harus bertanya pada siapa? Tidak ada seorangpun yang bisa saya tanyai tentang dimana keberadaan anda. Jadi saya jawab sendiri pertanyaan yang baru saja saya tanyakan entah pada siapa itu.

Masih seperti hari-hari kemarin, saya selalu masuk lantai 4 gedung kita lewat lift depan ruangan anda. Setelah itu saya duduk sendirian sambil membaca koran di ruang baca depan ruang internet. Di ruangan ini saya selalu berharap-harap anda lewat lalu kita bisa bersalaman, saling menanyakan kabar, atau membicarakan hal-hal yang tidak begitu penting seperti kapan kita makan siang bersama lagi. Lucu sekali saya ini.

Hari ini saya datang untuk jadi partner interview teman seangkatan. Saya datang sekitar pukul sembilan dan ternyata terlalu pagi. Ruangan anda masih senyap. Komputer diatas meja kerja anda tertidur pulas. Masih tak ada tanda-tanda kehidupan disana. Saya pun berjalan pelan-pelan menuju ruang baca namun akhirnya berhenti di depan kaca ruangan anda. Saya ingin menatap punggung anda lalu mengetuk kaca itu berharap anda menoleh dan saya bisa mengucapkan selamat pagi dengan senyuman.

Membicarakan ruangan kerja anda yang unik itu, saya lebih suka menyebutnya ruangan akuarium dimana tiap mata mampu menangkap aktifitas orang-orang didalamnya, tak terkecuali saya yang hampir selalu lewat. Disanalah pertama kali saya melihat punggung anda yang membeku. Ruangan yang memuat beberapa fungsi itu tampaknya selalu benderang. Semua tertata rapi disana dan terlihat bersih sepanjang hari seperti tak pernah lepas dari penyedot debu. Cerminan penghuninya. Pada kaca bagian depan, ada pengukur tinggi badan yang tidak saya tahu alasannya mengapa dipasang disana. Nyentrik, begitu saya bilang namun saya pernah iseng-iseng mengukur tinggi badan saya disana saat ruangan anda kosong.

Ada-ada saja saya ini. Disaat orang-orang melangkah dengan tergesa-gesa, saya masih sempat mengamati hal-hal yang mereka anggap tidak begitu penting. Semangat!

Semarang, 04 November 2008
Thomas Aquinas lantai 4

Advertisements

3 thoughts on “Kantor Aquarium

  1. kenapa ya orang bisa haus akan diperhatikan dan melakukan sesuatu yang bisa menyakiti orang lain hanya utuk diperhatikan, merasa spesial.
    Apakah nggak ada cara lain.
    Apa aku harus kasihan padanya berbaik hati, pura2 tidak terjadi apa2, tidak tersakiti.
    Apakah manusia itu bodoh, apa aku bodoh.
    Apakah manusia itu perlu…………………….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s